Hembusan nafas tertatih
sesosok rindu tanpa sayap
lelah menunggumu bertutur "ya"
gelap malam menghapuskan arah dan tujuan
teringat ayunanmu saat menggenggam
dingin yang menusuk tulangpun
semakin mengacumiku ingat ahwal itu
abstrak ! rindu itu meradang
Cikal yang tumbuh diatas tanah
temaniku menunggu bahagia itu
sayang, belum juga kau katakan "ya"
sementara angin masih menjadi saksi
Aku tahu kaupun sama sepertiku
hanya saja aku tak tahu apa kendala itu
berikan sedikit sentuhan rindu padanya Tuhaaan
agar dia tahu sulitnya menahan rindu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar