Boron yang di Perebutkan
Perkenalkan
namaku B.O.R.O.N. ya “BORON” kata orang
tuaku , aku berasal dari bahasa Arab yaitu Buraq, dan bahasa Persia yaitu Burah. Telah diketahui sejak ribuan tahun
yang lalu, tetapi aku tidak ditemukan sampai tahun 1880
oleh Sir Humpry Davy, Gay-Lussac, dan Thenard.
Aku
tinggal di system periodic unsure blok IIIA nomor 5. Aku tinggal bersama
saudara-saudaraku dalam satu komplek yaitu aluminium, galium, indium, dan
talium. Kita memiliki kesamaan sifat loh, yaitu makin kebawah letak suatu unsur
dalam sistem periodik maka, nomor atom dan jari-jari atomnya makin besar
sedangkan keelektronegatifan dan energi ionisasinya makin kecil dan begitu pula
sebaliknya. Tetapi aku lebih bersifat semikonduktor dibandingkan dengan
konduktor logam lainnya.
Aku sedang bingung nih, setelah aku lulus
kuliah dari ITB (Institut Tikungan Bima) banyak sekali pekerjaan yang
membutuhkanku. Aku tidak tahu harus memilih yang mana. Semua perusahaan
mencariku untuk ikut bekerja disana. Mungkin karena jenisku ini yang langka dan
susah diperoleh dalam bentuk murni karena titik lelehnya yang tinggi yaitu
2250°C atau tidak ditemukan bebas di alam jadi mereka semua memperebutkanku. Akan
tetapi walaupun begitu kami para boron banyak ditemukan di bijih borax.
Jenisku yang tidak murni banyak dipakai oleh
para manusia untuk pertunjukan kembang api yang memberikan warna hijau, dan
jika itu membuat manusia senang melihatku, maka akupun ikut senang. Kalau aku
menjadi borax (Na2B4O7.10H2O) cocok
bekerja sebagai bahan pembersih (pemutih), kaca, keramik, pupuk, kertas, dan
cat. Jika aku menjadi asam boric (H3BO3) aku bekerja di
bidang medis sebagai antiseptic dan astringent. Tetapi jika bekerja bersama
karbon (my lovely, my girlfriend, my honey boney sweety alias pacar aku yang
paliiiing aku sayangiii) yaitu Boron Karbida (B4C) kami bekerja
untuk membuat amplas, mungkin lebih seru kali ya kalau aku bekeja bersama dia
bisa lebih banyak waktu untuk bersama. Dan aku juga bekerja mendeteksi dan
mengontrol jumlah neutron dan reactor nuklir. Banyak sekali kan? Aku jadi
bingung harus memilih yang mana. Mungkin aku harus meminta pendapat pada
kakakku. (dan tiba-tiba kakaknya si aluminium pun datang mengagetkan si boron).
“Dooooor !!!”.
“Astaghirullahal’adzim elu kak!! Ngagetin gua
saja Lu!”.
“Yaelah elu mah gitu aja kaget haha. Elu lagi
apa sih Bor ngelamun sendirian gitu? Hayoo lagi galau gara-gara karbon yaaa
ngaku! Sukurindehlo haha”.
“Kak elu gitu banget liat adiknya lagi galau
malah disukurin L. Iya kak gua bingung dan galau setengah
mampus mau kerja dimana nih. Setelah gua lulus dari kampus tercinta gua ITB,
malah banyak pekerjaan yang nawarin gua”.
“Yaelah kirain lu galau karena masalah cinta
gataunya masalah kerjaan doang haha”.
“Duh ga jaman dah galauin cinta mah buat apa
coba? Putus tinggal cari yang lain aja wleee :P. lagian masih banyak tuh diluar
sana yang ngantree mau sama gua haha. duh ini jadi gua harus pilih mana nih?”
“Duh aduh gayamu nak nge sok BANGET! Ah gaya
aja lu paling-paling juga ntar kerja lu ga jauh-jauh dari tanah alias tukang
gali kubur haha”.
“Kampret lu ah! bukan kakak yang baik lu malah
kakak yang bengkeng!”
“Yayaya terserah lu aja Bor haha. Udah kata
gua sih lu jadi asam boric aja lumayan tuh gajinya”.
“Bingung kak!!! Yaudahlah gua mau sholat
istikhoroh dulu ya. Doain kak biar gua dapet jawabannya ya J“.
“Nah gitu dong, adik gua kan sholeh. Ya gua
doain biar dapet kerjaan yang baik yaa. Eh Bor jangan lupa lu doain gua juga ya
biar gua dapet cewe yang setia, gua udah bosen sama si sulfat, dia egois
banget, matre lagi!”.
“Wah wah mau ikutin jejak gua jadi playboy nih?
Oke oke kakak gua tercuyung gua bakal doain lo lo semua kok dan juga orang tua
kita :)”.